Kamis, 21 Januari 2021

Ingin Ekspor Lancar? Berikut Aturan Baru Dan Biaya Ekspor Barang Ke Luar Negeri

Tidak hanya perusahaan besar saja yang melakukan kegiatan ekspor, tetapi para UMKM juga banyak yang merambahkan sayapnya hingga ke mancanegara. Sebelum melakukan kegiatan ini ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Bahkan pemerintah sampai mengeluarkan aturan baru beserta biaya ekspor barang ke luar negeri, seperti berikut ini. 

 

Aturan Terbaru yang Dikeluarkan Pemerintah Terkait Ekspor
Produksi komoditas yang melimpah di Indonesia membuat banyak pelaku usaha yang melakukan kegiatan ekspor. Namun, untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi pelaku bisnis, maka pemerintah mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan biaya dan lain sebagainya. Aturan ini diterbitkan melalui PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 443 Tahun 2019. 


Aturan ini meliputi adanya strategi pembiayaan ekspor (PEN) yang menghimbau pelaku usaha untuk menghasilkan devisa. Selain itu, ada juga strategi menghemat devisa dalam negeri dengan meningkatkan kapasitas produksi secara nasional. Hal tersebutlah yang bisa membuat pelaku usaha lebih memaksimalkan hasil produksinya.


Ada juga aturan pelaksanaan pembiayaan ekspor ini dilakukan melalui beberapa penyedia fasilitas. Aspek ini meliputi biaya ekspor barang ke luar negeri, asuransi, dan penjaminan barang yang dikirimkan. Lembaga pembiayaan ekspor Indonesia ini juga menyediakan konsultasi, restrukturisasi, penyertaan modal, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan ekspor. 


Aturan baru ekspor ini ditujukan bagi pelaku bisnis seperti UMKM, koperasi, hingga Usaha menengah berorientasi ekspor. Tidak hanya itu saja, pelaku usaha yang melakukan ekspor langsung maupun tidak melakukan ekspor secara langsung juga harus mengetahui tentang aturan ini. Tak terkecuali bagi perusahaan rintisan atau badan usaha yang baru saja dibentuk. 


Bentuk Pembiayaan Ekspor
Insentif pembiayaan ekspor dalam aturan baru yang dikeluarkan pemerintah ini yaitu berupa penjaminan, asuransi dan pembiayaan. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ini bisa melakukan kegiatan pendukung bagi pelaku usaha atau eksportir dalam menyediakan jasa konsultasi, penyertaan modal melakukan reasuransi dan restrukturisasi pengembangan ekspor. 


Jenis Jenis Biaya Ekspor
Setiap kegiatan usaha tentunya membutuhkan biaya untuk melakukan berbagai kegiatan, mulai dari produksi, pengiriman, hingga biaya ekspor barang ke luar negeri. Biaya ini harus disiapkan dan dihitung dengan tepat agar mencapai profit yang diinginkan. Hal ini juga berlaku untuk pembiayaan ekspor pengiriman barang ke negara lainnya. 


Biaya ekspor yang pertama yaitu biaya pengadaan atau yang dikenal dengan Procurement Cost. Biaya ini biasanya mencakup pada biaya produksi dan perolehan nilai barang. Selain itu, ada juga biaya pengelolaan atau handling charges untuk biaya pengepakan (bahan pengepak, upah mengepak, ongkos cetak) hingga upah angkut dari gudang ke pintu gudang.


Biaya ini juga meliputi muat barang dari pintu gudang ke atas alat angkut ke dalam peti kemas serta biaya penimbunan barang gudang. Tidak hanya itu saja ada juga biaya yang dipungut untuk  bea statistik, pajak, dan biaya jasa pihak ketiga. 


Tujuan Aturan Biaya Ekspor
Peraturan baru mengenai biaya ekspor barang ke luar negeri dibuat untuk mendorong kegiatan ekspor nasional meningkat. Tidak hanya itu saja produksi nasional diharapkan bisa memiliki daya saing yang lebih unggul dalam segi ekspor. Sedangkan bagi koperasi dan UMKM bisa lebih berkembang dan berorientasi di pasar atau perdagangan internasional.


Dengan adanya peraturan baru yang dibuat pemerintah mengenai biaya ekspor, maka berbagai macam urusan ekspor bisa jadi lebih mudah. Selain itu, beban beban biaya tersebut juga jadi lebih diringankan. Hal tersebut mencangkup dalam kepengurusan prosedur ekspor, ketentuan pembiayaan ekspor, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan ekspor.